Kamis, 16 Juni 2011

MASA KEJAYAAN NASIONAL

MASA KEJAYAAN NASIONAL

1. Masa Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Nasional pertama di Indonesia. Kerajaan ini merupakan kerajaan maritim yang bertumpu pada kekuatan kelautannya. Yang menguasai lalu lintas di sepanjang Selat Sunda, Selat Malaka dan disegani oleh kawasan Asia Selatan.

Dalam sistem pemerintahannya terdapat pegawai pengurus pajak, harta benda kekayaan, rohaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunan gedung-gedung dan patung-patung suci sehingga pada saat itu kerajaan dalam menjalankan sistem pemerintahan tidak terlepas dari nilai ketuhanan.

Sriwijaya merupakan pusat ilmu pengetahuan dan Agama Budha dan mendirikan suatu universitas Agama Budha yang sangat terkenal di Asia.

2. Masa Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit merupakan Kerajaan Nasional Ke-dua. Kerajaan Majapahit didirikan Oleh Raden Wijaya dengan gelar Kertarajasa. Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaan pada saat pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada, yang dibantu oleh Laksamana Nala, dimana wilayah kekuasaannya meliputi Semenanjung Malaya sampai Irian Barat melalui Kalimantan Utara.

Pada masanya Agama Hindu dan Agama Budha hidup berdampingan secara damai.

3. Perjuangan sebelum abad XX.

Pada abad XVI Bangsa Eropa mulai memasuki Wilayah Nusantara. Bangsa Eropa yang pertama datang adalah Bangsa Portugis yang berhasil menguasai Malaka Pada tahun 1511. Kemudian disusul oleh Bangsa Eropa Lainnya seperti Spanyol, Belanda dan Inggris.

Sedangkan Bangsa Belanda mendarat di Indonesia pada akhir abad XVI. Kemudian mereka mendirikan serikat dagang yang bernama VOC.

Tujuan awal kedatangan Bangsa eropa adalah untuk berdagang, namun kemudian berubah menjadi tujuan penjajahan. Dengan kekayaan yang terdapat ditanah jajahan Bangsa Penjajah ingin meningkatkan kekayaan bangsanya yang terdapat di Eropa.

Selama masa penjajahan tersebut terjadi perlawanan dari beberapa daerah. Namun Perlawanan ini dapat diatasi oleh pihak Belanda karena masih bersifat kedaerahan, kurang kompak, mudah diadu domba serta kurangnya persatuan dan kesatuan antar Bangsa Indonesia itu sendiri. Disamping itu perjuangan masih bergantung kepada pamor seorang pimpinan, bukan suatu sistem atau organisasi.

4. Kebangkitan Nasional.

Budi Utomo ( berdiri tanggal 20 Mei 1908 ) merupakan pelopor Pergerakan Nasional, sehingga dikenang sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Setelah itu muncul berbagai organisasi yang bergerak dalam kebangkitan nasional, melalui berbagai corak dan sifat organisasi. Baik yang bersifat nasionalis, politis, agamais, ekonomi dll, yang bertujuan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan Bangsa Asing.

5. Sumpah Pemuda 1928.

Sumpah Pemuda terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928, pada konggres Pemuda II, yang diikuti oleh berbagai organisasi kepemudaan yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia, seperti: Jong Java, Jong Sumatra Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Kukun, Jong Batak, Jong Islamieten Bond, Himpunan Pemuda Islam Indonesia, Pemuda Muhammadyah, Pemuda Kristen dll.

Isi dari Knggres Pemuda dua adalah Sumpah Pemuda, yang berisi pernyataan para pemuda dan pemudi Indonesia:

· Kami Putra-putri Indonesia Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia.

· Kami Putra-putri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia.

· Kami Putra-Putri Indonesia Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.

Pada Konggres Pemuda Kedua tersebut juga dinyanykan untuk pertama kalinya lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR. Soepratman

6. Perjuangan Bangsa Indonesia pada Masa Penjajahan Jepang.

Pada masa perang dunia II, Bangsa Jepang berhasil menguasai Indonesia dengan merebutnya dari tangan Belanda. Jepang masuk ke Indonesia dengan propaganda 3A-nya. Dalam perkembangan perang dunia II Jepang akhirnya mulai terdesak oleh Sekutu, sehingga Jepang Memberikan janji kemerdekaan bagi Indonesia di kemudian hari, agar mendapatkan dukungan dari pihak Indonesia dalam menghadapi Sekutu.

Pada tanggal 29 April 1945, pemerintah Jepang mengeluarkan Maklumat Gunseikan (pembesar Sipil dan Pemerintah Militer Jepang di seluruh Jawa dan Madura) No. 23 dalam Janji Kemerdekaan yang kedua tersebut Bangsa Indonesia diperkenankan untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Untuk mewujudkan janji kemerdekaan tersebut maka pemerintah Jepang Membentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI) / Dokuritsu Junbi Coosakai

1 komentar: