Postingan

KONEKSI ANTAR MATERI – KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1 PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA

  KONEKSI ANTAR MATERI – KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1 PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA   Oleh: Jumrida Husni, S.Pd CGP Angkatan 9 SD Negeri 18 Payakumbuh   Ki Hajar Dewantara merupakan tokoh pendidikan terkemuka di Indonesia. Pemikiran-pemikirannya memiliki dampak yang signifikan dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara terkenal dengan   trilogy pendidikannya yang dijadikan trilogi pendidikan Indonesia, yaitu:   Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani. Pendidikan merupakan kunci dari peradaban manusia. Pendidikan adalah tempat untuk menumbuhkembangkan kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan diartikan sebagai ‘tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak’. Maksud Pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. (Dasa...

Pantun Hasil Kerja Siswa

 Pantun Nasihat  (aulia Fitri Defani) Burung dara burung tekukur Lompat-lompat di tepi sumur Bila hati sabar dan syukur Niscaya hidupmu akan makmur Sakit kaki tertusuk peniti Burung pelatuk sedang melobangi Kepada yang tua menghormati Kepada yang muda menyayangi Pantun Nasehat (Arjuna Adelio) Sangat besarnya rumah buk lurah Main kesana besok lusa Belajar itu pantang menyerah tidak berhenti sebelum bisa

Apa Yang Harus Anda Persiapkan untuk Dapat Memenuhi Seluruh Kebutuhan Pembelajaran Peserta Didik di Kelas Anda Tanpa Terkecuali?

Menurut Abraham Maslow , kebutuhan adalah tingkah laku setiap individu yang berdasarkan pada prinsip keinginan serta terorganisir antara satu dengan yang lainnya. Pengaruh ini saling melengkapi satu sama lain, sehingga ada tingkatan yang lebih dominan. Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar yaitu: kebutuhan fisiologis, keamanan, cinta, harga diri, dan aktualisasi diri. Manusia memiliki kebutuhan dasar yang bersifat heterogen. Setiap orang ada dasarnya memiliki kebutuhan yang sama, akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut juga ikut berbeda. Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang ada. Kemudian menurut Murray Kebutuhan atau Needs adalah konstruk mengenai kekuatan otak yang mengorganisir berbagai proses seperti persepsi, berfikir, berbuat untuk mengubah kondisi yang ada dan tidak memuaskan. bisa dibangkitkan oleh proses internal, tetapi lebih sering dirangsang oleh faktor lingkungan, biasanya Need di ba...

Tes Potensi Skolastik (TPS)

       TPS (Tes Potensi Skolastik) merupakan tes untuk mengukur kemampuan kognitif siswa berupa penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting. TPS memiliki kemiripan dengan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT adalah ujian standardisasi yang diciptakan oleh  College Board, yakni organisasi nirlaba yang memiliki misi menjadi sebuah jembatan antara siswa dengan pendidikan tinggi. Tes yang diadakan enam kali dalam satu tahun ini diakui secara global dan menjadi acuan universitas sewaktu menerima mahasiswa. Lebih dari dua juta mahasiswa mengikuti tes SAT setiap tahun.         Menurut situs ltmpt.ac.id, TPS mengukur kemampuan kognitif , yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi. Kemampuan ini meliputi kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.        Bai...