Jumat, 03 Februari 2017

Model pembelajaran Cooperative Grup Investigation



a.      Pengertian model pembelajaran Cooperative
Kooperatif mengandung pengertian sebagai suatu usaha dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Johnson (dalam Etin, 2005:4) mendefinisikan bahwa “belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pengajaran yang memungkinkan siswa bekerjasama untuk memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut”.
Menurut Slavin (dalam Maesaroh 2005:12)  menyatakan bahwa Cooperative Learning adalah suatu model pembelajaran dimana pebelajar belajar dan bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 (empat) sampai 6 (enam) orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen.
Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang menempatkan siswa dalam kelompok kecil yang saling membantu dalam belajar (Muhammad Nur: 1998:38).
Berdasarkan pernyataan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajara kooperatif adalah:pembelajaran yang menempatkan siswa dalam suatu kelompok kecil yang heterogen dimana dalam kelompok tersebut siswa akan saling membantu dan bekerjasama dalam usaha pencapaian hasil belajar yang maksimal.
b.      Pengertian model pembelajaran Cooperative Group Investigation
Menurut Winataputra (1992:39) “model GI atau investigasi kelompok telah digunakan dalam berbagai situasi dan dalam berbagai bidang studi dan berbagai tingkat usia.”
 Sedangkan menurut Nurasma (2006:62) Model Group Investigation adalah:
Model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan dengan cara mencari dan menemukaninformasi (gagasan, opini, data, solusi ) dari berbagai macam sumber (buku-buku, institusi-institusi, orang-orang) didalam dan diluar kelas. Siswa mengevaluasi dan mensistesiskan semua informasi yang disampaikan oleh masing-masing anggota kelompok dan akhirnya dapat menghasilkan produk berupa kelompok”.

Berdasarkan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa model Cooperative Group Investigation merupakan suatu proses pembelajaran yang bersifat kooperatif atau kelompok dimana peserta didik akan berusaha untuk menemukan suatu informasi (gagasan, opini, data solusi) dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pembelajaran dari berbagai sumber pendukung yang terkait, dimana pada akhirnya siswa akan berusaha untuk mengevaluasi dan mensintesis kebenaran informasi yang telah diperoleh secara bersama, dimana pada model pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu berfikir mandiri, dan mengembangkan kemampuan sosial-emosionalnya dalam bekerja berkelompok.
c.       Pelaksanaan Cooperative Group Investigation.
Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Group Investigation maka dapat diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Ibrahim,dkk.(2000;23) menyatakan
dalam kooperatif tipe GI guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa heterogen dengan mempertimbangkan keakraban dan minat yang sama dalam topik tertentu. Siswa memilih sendiri topik yang akan dipelajari, dan kelompok merumuskan penyelidikan dan menyepakati pembagian kerja untuk menangani konsep-konsep penyelidikan yang telah dirumuskan. Dalam diskusi kelas ini diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa.

Slavin (dalam Siti Maesaroh 2005:28) mengemukakan hal penting untuk melaksanakan pembelajaran Group Investigation antara lain: “1) membutuhkan kemampuan kelompok,2) membutuhkan rencana kooperatif, 3) membutuhkan peran guru sebagai penyedia sumber dan fasilitator.”
Berdasarkan pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan model pembelajaran Cooperative Group Investigation hal yang harus diperhatikan adalah:
1)      Siswa belajar dalam kelompok yang heterogen.
2)      Siswa memilih sendiri topik yang akan dibahas dari pilihan topik yang telah di tentukan oleh guru
3)      Adanya pembagian kerja antar siswa dalam kelompok
4)      Adanya diskusi, kerjasama dan keterlibatan aktifitas berfikir siswa
5)      Guru berfungsi sebagai penyedia sumber dan fasilitator.
d.      Langkah-langkah Cooperatif  Group Investigation
Cooperatif Group Investigation menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
Menurut Sharan (1992), Model Group Investigation memiliki delapan langkah pembelajaran,  yaitu:
1)Guru membagi kelas dalam berbagai kelompok heterogen, 2) Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok, 3)  Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapatkan tugas satu materi/ tugas yang berbeda dari kelompok lain, 4) masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan, 5) Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok, 6) Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan, 7) Evaluasi, 8)Penutup.

Dan Menurut Nurasma (2006:63) langkah-langkah pembelajaran Group Investigation, yaitu “Mengidentifikasi topik dan mengorganisasikan ke dalam masing-masing kelompok kerja, merencanakan investigasi di dalam kelompok, mempersiapkan laporan akhir, menyajikan laporan akhir, dan evaluasi”.
Menurut Kiranawati (2007:23)  langkah-langkah penerapan Group Investigation adalah ‘1) Seleksi topik, 2) Merencanakan kerjasama, 3) Implementasi, 4) Analisis dan sintesis, 5) Penyajian hasil akhir, 6)  Evaluasi”.
Sedangkan menurut Slavin (dalam Wayan, 2005:13) Model Group Investigation memiliki enam langkah pembelajaran, yaitu:
(1) grouping (menetapkan jumlah anggota kelompok  menentukan sumber, memilih topik, merumuskan permasalahan), (2) planning (menetapkan apa yang akan dipelajari, bagaimana mempelajari, siapa melakukan apa, apa tujuannya), (3) investigation (saling tukar informasi dan ide, berdiskusi, klarifikasi, mengumpulkan informasi, menganalisis data, membuat inferensi), (4) organizing (anggota kelompok menulis laporan, merencanakan presentasi laporan, penentuan penyaji, moderator, dan notulis), (5) presenting (salah satu kelompok menyajikan, kelompok lain mengamati, mengevaluasi, mengklarifikasi, mengajukan pertanyaan atau tanggapan), dan (6) evaluating (masing-masing siswa melakukan koreksi terhadap laporan masing-masing berdasarkan hasil diskusi kelas, siswa dan guru berkolaborasi mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan, melakukan penilaian hasil belajar yang difokuskan pada pencapaian pemahaman.

Berdasarkan pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah pembelajaran Model Cooperative Group Investigation adalah: 1) Mengelompokkan siswa dalam kelompok yang heterogen (grouping); 2) Merencanakan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa (Planning); 3) Melakukan pertukaran Informasi (Investigation); 4) Merencanakan penyajian hasil kerja kelompok (Organizing); Melakukan penyajian ke depan kelas (Presenting) dan Pelaksanaan evaluasi.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan langkah-langkah pembelajaran model Group Investigation menurut Slavin, yaitu:
1)      Dalam tahap grouping, guru menfasilitasi siswa agar siswa dapat membentuk groupnya atau kelompoknya secara heterogen, kemudian pada tahapan ini guru memberikan topik permasalahan yang akan dipecahkan yakni hubungan antara ciri khusus yang dimiliki hewan dengan lingkungan tempat hidupnya.
2)      Dalam tahapan planning siswa menentukan apa yang akan dipelajarinya, bagaimana cara mempelajarinya dan apa tujuan dari pembelajaran yang sedang dilakukan.
3)      Dalam tahapan investigation, siswa diharapkan dapat melaksanakan saling tukar pikiran/ informasi atau ide, melakukan suatu usaha mencari informasi yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi, melakukan analisa data yang terkait dengan materi dan membuat inferensi.
4)      Dalam tahapan organizing siswa diminta agar mampu melaksanakan suatu kegiatan organisasi yang baik dimana siswa diminta untuk merangkum semua ide yang ada dari masing-masing anggota kelompoknya yang kemudian disatukan menjadi suatu laporan kerja kelompok.
5)      Dalam tahapan presenting siswa melaksanakan presentasi didepan kelas oleh utusan kelompok yang terdiri atas notulis, moderator dan penyaji.
Tahapan terakhir adalah evaluating, dimana dilakukan eveluasi terhadap kegiatan dan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan dengan bimbingan guru. Dan pada akhirnya guru akan memberikan kesimpulan dan penjelasan singkat.

Rabu, 26 Oktober 2016

Metode Demonstrasi



Pengertian metode pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran IPA di SD. Menurut Ahmad (2007:49) “metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oileh guru pada saat penyajian bahan pelajaran, baik secara indiVdual atau secara kelompok”.
Sedangkan Wina (2008:147) mengatakan metode pembelajaran adalah:
Cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun dalam kegiatan tercapai secara optimal, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembalajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

Selanjutnya menurut Fathurrahman (dalamn Muhammad, 2013 :28) “metode secara harfiah berarti cara. Dalam pengertian umum  metode diartikan sebagai  suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu”
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah cara atau teknik penyajian dalam rangka mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan secara optimal agar tercapai tujuan yang telah ditentukan secara maksimal.
Pengertian metode demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Menurut Ahmad (2007:57) “Metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana suatu proses terjadi”, sedangkan menurut Roestiyah (2007:83)  mengatakan bahwa demonstrasi adalah “ Cara mengajar dimana seorang instruktur/ tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses misalnya merebus air sampai 1000C, sehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati; mendengar mungkin meraba-raba dan merasakan suatu proses yang ditunjukkan oleh guru tersebut”.
Sedangkan menurut Wina (2008:152), metode demonstrasi adalah “metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi dan benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan”.
Muhibin (2004:208) mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah “metode mengajar IPA di SD dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, urutan melakukan suatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”.

Jadi dari uraian di atas dapat disimpukan bahwa metode demonstrasi yaitu suatu metode mengajar yang menunjukkan, memperlihatkan, memperagakan suatu proses, situasi, aturan, urutan suatu kegiatan atau benda tertentu baik sebenarnya ataupun tiruan secara langsung ataupun tak langsung melalui penggunaan media yang relevan disesuaikan dengan materi yang disajikan, sehingga siswa dapat melihat, mengamati, mendengar, meraba, dan merasakannya

Senin, 10 Oktober 2016

Contoh Bahan Ajar



BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan
:
SDN 42 Payakumbuh Bodi Air Tabit
Kelas/ Semester
:
V (Lima)/ 2 (Dua)
Mata Pelajaran
:
Ilmu Pengetahuan Alam
Standar Kompetensi
:
Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan
Kompetensi Dasar
:
Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidupnya

Indikator:
1.       Menyebutkan pengertian adaptasi (penyesuaian diri) pada makhluk hidup
2.       Menyebutkan tujuan penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
3.       Menceritakan jenis-jenis penyesuaian diri (adaptasi) pada makhluk hidup
4.       Menemutunjukkan contoh-contoh penyesuaian diri hewan terhadap lingkungannya

Penyesuaian Diri makhluk Hidup Terhadap Lingkungannya (Adaptasi)

A.      Pengertian Adaptasi
Adaptasi, adalah: penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya.

B.      Tujuan Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
1.       Mempertahankan kelangsungan hidupnya
2.       Mempertahankan diri dari musuh
3.       Memudahkan mendapatkan makanannya.

C.      Menceritakan jenis-jenis penyesuaian diri (adaptasi) pada makhluk hidup
1.       Bunglon
Bunglon akan melindungi dirinya dari musuh dengan cara:
a.       Mencari tempat hidup yang sesuai dengan dirinya
b.      Menyesuaikan warna tubuh dengan pohon tempat bunglon hinggap.
Sedangkan penyesuaian diri bunglon untuk mendapatkan makanannya adalah dengan lidah yang panjang dan lengket, untuk menangkap serangga karena bunglon termasuk hewan insecta (pemakan serangga)

2.       Burung
Bentuk paruh pada burung berdasarkan makanannya
a.       Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi menghancurkan biji tersebut.
b.      Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
c.       Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlumpur, atau di air.
d.      Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.
e.      Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar.
f.        Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.

Bentuk kaki burung berdasarkan tempat hidup, dan kebiasaannya.
a.       Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk memegang makanan.
b.      Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
c.       Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.
d.      Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger.
e.      Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
f.        Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat.
               
3.       Belalang
Belalang hidup di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut

4.       Cecak/ kadal
Cecak dan kadal melindungi diri dari musuhnya dengan cara memutuskan ekornya (autotomi). Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak, sehingga mengalhkan perhatian musuhnya. Saat itulah cecak/ kadal melarikan diri.

5.       Cumi-cumi
Hewan ini menjadi santapan ikan-ikan besar. Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara ,enyemburkan cairan tinta ke dalam air sehingga musuh tidak dapat melihatnya. Saat itu cumi-cumi berenang dengan cepat untuk menghindari musuh

6.       Nyamuk (mulut pada nyamuk)
Nyamuk memiliki mulut penusuk dan pengisap. Bentuk mulut yang runcing dan panjang berguna untuk mengisap makanan yang berupa cairan. Nyamuk jantan menggunakan mulut itu untuk mengisap cairan buah, sedangkan nyamuk betina menggunakan mulut untuk menusuk kulit manusia.

7.       Landak
Landak memiliki kulit berduri dan kaku. Duri landak akan mengembang saat menghadapi bahaya. Selain itu, landak juga selalu berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang tubuh musuh akan tertusuk duri.

8.       Lebah
Lebah memiliki mulut tipe pengisap, untuk mengambil nekhtar/ sari dari bunga, dan lebah  juga memiliki bisa/ racun untuk melindungi dirinya dari musuh.

9.       Siput
Siput melindungi dirinya dengan menggunakan cangkang yang keras

10.   Onta
Onta memiliki punuk untuk menyimpan lemak yang berfungsi sebagai sumber air di punuknya, sehingga onta mampu bertahan tidak minum dalam waktu cukup lama.