Rabu, 26 Oktober 2016

Metode Demonstrasi



Pengertian metode pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran IPA di SD. Menurut Ahmad (2007:49) “metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oileh guru pada saat penyajian bahan pelajaran, baik secara indiVdual atau secara kelompok”.
Sedangkan Wina (2008:147) mengatakan metode pembelajaran adalah:
Cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun dalam kegiatan tercapai secara optimal, keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembalajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

Selanjutnya menurut Fathurrahman (dalamn Muhammad, 2013 :28) “metode secara harfiah berarti cara. Dalam pengertian umum  metode diartikan sebagai  suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu”
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah cara atau teknik penyajian dalam rangka mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam suatu kegiatan secara optimal agar tercapai tujuan yang telah ditentukan secara maksimal.
Pengertian metode demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan suatu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas. Menurut Ahmad (2007:57) “Metode demonstrasi adalah suatu metode mengajar yang memperlihatkan bagaimana suatu proses terjadi”, sedangkan menurut Roestiyah (2007:83)  mengatakan bahwa demonstrasi adalah “ Cara mengajar dimana seorang instruktur/ tim guru menunjukkan, memperlihatkan suatu proses misalnya merebus air sampai 1000C, sehingga seluruh siswa dalam kelas dapat melihat, mengamati; mendengar mungkin meraba-raba dan merasakan suatu proses yang ditunjukkan oleh guru tersebut”.
Sedangkan menurut Wina (2008:152), metode demonstrasi adalah “metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi dan benda tertentu, baik sebenarnya atau sekedar tiruan”.
Muhibin (2004:208) mengatakan bahwa metode demonstrasi adalah “metode mengajar IPA di SD dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, urutan melakukan suatu kegiatan baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan”.

Jadi dari uraian di atas dapat disimpukan bahwa metode demonstrasi yaitu suatu metode mengajar yang menunjukkan, memperlihatkan, memperagakan suatu proses, situasi, aturan, urutan suatu kegiatan atau benda tertentu baik sebenarnya ataupun tiruan secara langsung ataupun tak langsung melalui penggunaan media yang relevan disesuaikan dengan materi yang disajikan, sehingga siswa dapat melihat, mengamati, mendengar, meraba, dan merasakannya

Senin, 10 Oktober 2016

Contoh Bahan Ajar



BAHAN AJAR
Satuan Pendidikan
:
SDN 42 Payakumbuh Bodi Air Tabit
Kelas/ Semester
:
V (Lima)/ 2 (Dua)
Mata Pelajaran
:
Ilmu Pengetahuan Alam
Standar Kompetensi
:
Mengidentifikasi cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan
Kompetensi Dasar
:
Mengidentifikasi penyesuaian diri hewan dengan lingkungan tertentu untuk mempertahankan hidupnya

Indikator:
1.       Menyebutkan pengertian adaptasi (penyesuaian diri) pada makhluk hidup
2.       Menyebutkan tujuan penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
3.       Menceritakan jenis-jenis penyesuaian diri (adaptasi) pada makhluk hidup
4.       Menemutunjukkan contoh-contoh penyesuaian diri hewan terhadap lingkungannya

Penyesuaian Diri makhluk Hidup Terhadap Lingkungannya (Adaptasi)

A.      Pengertian Adaptasi
Adaptasi, adalah: penyesuaian diri makhluk hidup dengan lingkungannya.

B.      Tujuan Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
1.       Mempertahankan kelangsungan hidupnya
2.       Mempertahankan diri dari musuh
3.       Memudahkan mendapatkan makanannya.

C.      Menceritakan jenis-jenis penyesuaian diri (adaptasi) pada makhluk hidup
1.       Bunglon
Bunglon akan melindungi dirinya dari musuh dengan cara:
a.       Mencari tempat hidup yang sesuai dengan dirinya
b.      Menyesuaikan warna tubuh dengan pohon tempat bunglon hinggap.
Sedangkan penyesuaian diri bunglon untuk mendapatkan makanannya adalah dengan lidah yang panjang dan lengket, untuk menangkap serangga karena bunglon termasuk hewan insecta (pemakan serangga)

2.       Burung
Bentuk paruh pada burung berdasarkan makanannya
a.       Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji-bijian. Paruh ini berfungsi menghancurkan biji tersebut.
b.      Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya.
c.       Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, berlumpur, atau di air.
d.      Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk.
e.      Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar.
f.        Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkannya untuk menangkap ikan dalam air.

Bentuk kaki burung berdasarkan tempat hidup, dan kebiasaannya.
a.       Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk memegang makanan.
b.      Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan.
c.       Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya.
d.      Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger.
e.      Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air.
f.        Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat.
               
3.       Belalang
Belalang hidup di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut

4.       Cecak/ kadal
Cecak dan kadal melindungi diri dari musuhnya dengan cara memutuskan ekornya (autotomi). Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak, sehingga mengalhkan perhatian musuhnya. Saat itulah cecak/ kadal melarikan diri.

5.       Cumi-cumi
Hewan ini menjadi santapan ikan-ikan besar. Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara ,enyemburkan cairan tinta ke dalam air sehingga musuh tidak dapat melihatnya. Saat itu cumi-cumi berenang dengan cepat untuk menghindari musuh

6.       Nyamuk (mulut pada nyamuk)
Nyamuk memiliki mulut penusuk dan pengisap. Bentuk mulut yang runcing dan panjang berguna untuk mengisap makanan yang berupa cairan. Nyamuk jantan menggunakan mulut itu untuk mengisap cairan buah, sedangkan nyamuk betina menggunakan mulut untuk menusuk kulit manusia.

7.       Landak
Landak memiliki kulit berduri dan kaku. Duri landak akan mengembang saat menghadapi bahaya. Selain itu, landak juga selalu berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang tubuh musuh akan tertusuk duri.

8.       Lebah
Lebah memiliki mulut tipe pengisap, untuk mengambil nekhtar/ sari dari bunga, dan lebah  juga memiliki bisa/ racun untuk melindungi dirinya dari musuh.

9.       Siput
Siput melindungi dirinya dengan menggunakan cangkang yang keras

10.   Onta
Onta memiliki punuk untuk menyimpan lemak yang berfungsi sebagai sumber air di punuknya, sehingga onta mampu bertahan tidak minum dalam waktu cukup lama.

Pengertian IPA



Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), merupakan suatu pengetahuan yang berkaitan dengan alam, yang melalui proses sistematis berupa fakta, konsep ataupun prinsip-prinsip sebagaimana menurut Depdiknas (2006:484)  Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah“berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan”.
Sedangkan menurut Carin (dalam Yusuf. 2007:1) menyatakan :
IPA sebagai produk atau isi mencakup fakta, konsep, prinsip, hukum-hukum dan teori IPA. Jadi pada hakikatnya IPA terdiri dari tiga komponen, yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Hal ini berarti IPA tidak hanya terdiri atas kumpulan pengetahuan atau berbagai macam fakta yang dihafal, IPA juga merupakan kegiatan atau proses aktif menggunakan pikiran dalam mempelajari gejala-gejala alam yang belum dapat direnungkan.

Hendro (2006:2) mengatakan IPA adalah “pengetahuan manusia yang luas yang didapat dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesa”. 
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa IPA atau sains merupakan “pengetahuan hasil kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti-hentinya dalam usaha untuk mencari dan menemukan suatu pengetahuan tentang alam dengan menggunakan metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlakusecara universal dengan memperhatikan fakta-fakta, konsep prinsip yang ada serta selalu mengalami penelitian lebih lanjut terhadap hasil-hasil yang telah diperoleh”